Probolinggo unhasa.ac.id-Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (UNHASA) Genggong Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu keolahragaan dengan menggelar Kuliah Pakar bertema “Peran Massage dalam Manajemen Kesehatan dan Pencegahan Cedera pada Olahraga” pada Sabtu, (10/5/2025).
Acara ini berlangsung di Aula Pertemuan Gedung F lantai 3 UNHASA dan diikuti oleh 66 peserta yang berasal dari berbagai sekolah menengah se-Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Zainul Syarifuddin, S.Pd., M.Pd dan Rahma Zulfata, S.Or., M.Kes. Selain itu, acara ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Ekonomi, Dr. Yessy Nur Endah Sary, S.SiT., M.Kes., serta Ketua Program Studi Sarjana Ilmu Keolahragaan, Hartanto, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Hartanto menyampaikan apresiasinya kepada para pemateri dan peserta yang hadir. “Kami berharap dengan kuliah pakar ini dapat membantu rekan-rekan semua dalam menganalisis dan mengambil tindakan ketika terjadi cedera dalam olahraga,” ujarnya.
Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan ilmiah dan praktis kepada mahasiswa serta pelajar mengenai pentingnya manajemen kesehatan dan penanganan cedera dalam olahraga. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjalin kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi demi pengembangan keolahragaan yang lebih baik.
Pemateri pertama, Zainul Syarifuddin, menekankan pentingnya belajar langsung dari ahlinya dalam menangani cedera olahraga. “Dalam menangani cedera olahraga, tidak bisa kita kemudian melakukan tindakan sesuka hati, tidak bisa hanya dipelajari lewat video YouTube atau yang lainnya. Harus belajar kepada ahlinya. Nah, belajar massage untuk manajemen kesehatan dan cedera pada olahraga ini bisa kita pelajari di Prodi Sarjana Ilmu Keolahragaan UNHASA ini,” jelasnya.
Sementara itu, Rahma Zulfata, sebagai pemateri kedua, menyoroti pentingnya memahami kapasitas tubuh sebelum melakukan aktivitas olahraga.
“Aktivitas fisik dan latihan fisik memang sama-sama termasuk kegiatan olahraga, hanya saja tujuannya berbeda. Dalam memulai berolahraga, akan lebih baik mengukur kemampuan diri sendiri terkait dengan intensitas latihan. Hindari berolahraga melebihi ambang batas kemampuan tubuh. Apabila gejala tersebut muncul, saran terbaik adalah berhenti dan lakukan recovery,” jelasnya.
Kegiatan kuliah pakar ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Para peserta tampak antusias menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai kasus cedera olahraga yang umum terjadi di lapangan.(bhj)
Tinggalkan Komentar