PROBOLINGGO, UNHASA.AC.ID – Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (UNHASA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan adaptif. Hari ini, Sabtu (07/02/2026), Aula UNHASA dipenuhi antusiasme ratusan mahasiswa dalam gelaran Kuliah Pakar Keperawatan Jiwa yang menghadirkan narasumber bereputasi nasional.
Menghadirkan Perspektif Baru: Pendekatan Holistik
Acara yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan kesehatan mental saat ini: “The New Face of Mental Health Nursing Care: Aplikasi Pendekatan Holistic Asuhan Keperawatan Jiwa di Tatanan Komunitas dan Keluarga.”
Kegiatan ini secara khusus dihadiri oleh mahasiswa Profesi Ners, mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan tingkat 4, serta mahasiswa D3 Keperawatan. Kehadiran para calon perawat ini bertujuan untuk membekali mereka dengan “wajah baru” asuhan keperawatan jiwa yang lebih manusiawi dan menyeluruh dan bagaimana transformasi Keperawatan Jiwa di tatanan Masyarakat dan Keluarga.
Jembatan Antara Teori dan Realitas Lapangan
Kuliah pakar ini digelar bukan tanpa alasan. Rektor UNHASA bapak Dr. H. Nur Hamim, S.KM.,S.Kep.,Ns.,M.Kes memandang adanya kebutuhan mendesak untuk menghadirkan wawasan yang lebih mendalam, aktual, dan praktis langsung dari praktisi ahli.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori di buku teks atau ruang kelas saja. Kuliah pakar ini adalah jembatan untuk memahami isu terkini dan solusi nyata di lapangan,” ujar Rektor UNHASA dalam sambutannya.
Secara strategis, kegiatan ini bertujuan untuk:
Update Ilmu: Memberikan wawasan terbaru mengenai praktik keperawatan jiwa sesuai perkembangan zaman.
Aplikatif: Memperkaya proses belajar agar lebih kontekstual dan relevan dengan dunia kerja.
Motivasi: Menginspirasi mahasiswa melalui pengalaman nyata pakar dalam menangani kasus di komunitas.
Pencapaian CPMK: Mendukung Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) baik dari aspek sikap, pengetahuan, maupun keterampilan.
Paparan Inspiratif dari Prof. AH. Yusuf
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. AH. Yusuf S, S.Kp., M.Kes., memaparkan materi dengan sangat komprehensif. Beliau menekankan bahwa perawat jiwa masa kini harus mampu keluar dari sekat-sekat rumah sakit dan lebih aktif berperan di tengah keluarga serta komunitas.
Dalam salah satu pernyataannya yang inspiratif, Prof. AH. Yusuf menegaskan:
“Perawat jiwa masa depan bukan hanya mereka yang pandai memberikan pengobatan secara klinis, tetapi mereka yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan pasien melalui pendekatan holistik. Keluarga dan komunitas adalah garda terdepan dalam pemulihan kesehatan mental, dan perawat harus menjadi pendamping setia dalam proses tersebut.”
Kesimpulan Acara
Kuliah pakar ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang tajam. Kesimpulan utama dari pertemuan ini adalah pentingnya integrasi asuhan keperawatan jiwa yang tidak hanya fokus pada aspek biologis, tetapi juga psikologis, sosial, dan spiritual (holistik). Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu ini dalam praktik lapangan nantinya demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan suksesnya acara ini, UNHASA terus memantapkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang progresif dalam mengembangkan kompetensi profesional mahasiswanya sesuai standar keilmuan internasional
Tinggalkan Komentar